Yuk kenalan sama dunia AV, IT & ME yang makin dibutuhin di era smart building & ruang hybrid.
Kalau lo lulusan SMK atau kuliah jurusan Teknik baik itu teknik elektro, teknologi informasi, atau teknik mesin dan ME (mekanikal elektrikal) lo mungkin sering ditodong pertanyaan klasik:
“Kerja di mana sekarang? Programmer? Network engineer? IT?”
Padahal, dunia kerja teknik sekarang udah jauh lebih luas dari itu. Di balik ruang meeting modern, stadion olahraga, rumah ibadah, kampus hybrid, hingga smart building yang pakai sensor di mana mana ada ribuan sistem yang perlu di setup, dirawat, di update, dan dikembangkan.
Dan lo tau gak? Semua itu butuh banget orang teknik.
Tapi jangan salah kaprah karier di dunia ini bukan cuma jadi teknisi kabel yang narik kabel dari titik A ke titik B. Ada jenjang karier yang nyata dan bertahap.
Dari teknisi, lo bisa naik jadi engineer, terus bisa lanjut ke programmer sistem, pre-sales/solution architect, bahkan sampai project manager atau spesialis integrasi skala besar.
Bahkan di banyak proyek AV, IT & ME modern, engineer-engineer lokal bisa kerja bareng principal dari luar negeri, terlibat dalam proyek pemerintah, atau jadi solusi utama di proyek-proyek infrastruktur besar.
Makanya, penting banget buat lo tahu kalau pilihan karier lulusan teknik itu gak harus selalu jadi programmer, network engineer, atau kerja di sektor-sektor mainstream doang.
Yuk, kenalan lebih dekat sama dunia kerja di industri AV (Audio Visual), IT (Information Technology), dan ME (Mechanical Electrical) yang makin butuh talenta kayak lo dari yang baru lulus, sampai yang udah punya jam terbang.
Karier yang Dimulai dari Tas Alat
Banyak dari kita masuk ke industri ini sebagai teknisi lapangan. Pegang obeng, ngatur kabel, ngangkut rack, pasang speaker, dan kadang nongkrong lama di site buat testing sistem. Tapi jangan salah dari sinilah banyak karier besar dimulai.
Dunia AV, IT, dan ME justru menghargai orang yang ngerti teknis dari lapangan. Dari pengalaman di lapangan, lo mulai kenal banyak brand, tahu cara kerja sistem, bisa troubleshooting, sampai akhirnya punya kapasitas lebih buat jadi engineer bahkan manajer proyek.
Dan uniknya, banyak role bisa berkembang dari pengalaman ini mulai dari desain sistem, pemrograman kontrol, edukasi klien, hingga masuk ke jalur spesialisasi tertentu kayak audio DSP, jaringan IP, sampai smart building system.
Level Karier Umum di Dunia AV, IT & ME :
Tahap awal masuk dunia kerja :
Cocok untuk lulusan SMK / D3 yang baru mulai
Teknisi Lapangan / Installer : Entry-Level
Level Karier: Awal / Operasional
Fokus Utama:
- Instalasi perangkat fisik: kabel, Server, Komputer, Setup PC, speaker, kamera, layar, bracket.
- Bekerja langsung di lapangan (site).
Latar Belakang Ideal: SMK atau D3 teknik, fresh graduate
Prospek: Setelah pengalaman cukup, bisa naik ke system engineer atau service specialist.
Service Engineer : Support-Side Specialist

Level Karier: Operasional Teknis (Support Track)
Fokus Utama:
- Perbaikan perangkat, kalibrasi sistem, pemeliharaan after-sales
- Dokumentasi teknis, laporan, dan pengujian fungsional
Biasanya bekerja di: Distributor, principal, service center
Cocok untuk: Yang detail-oriented, senang troubleshooting dan bongkar-pasang
Catatan: Meski bukan jalur integrasi proyek, service engineer bisa berkembang ke posisi teknis lain (misalnya QC, technical advisor, atau R&D support)
Tahap Pengembangan: Spesialisasi & Sertifikasi :
Cocok untuk lulusan S1 dan yang sudah 1–3 tahun di industri dan mulai memilih jalur spesialisasi
System Engineer : Mid-Level / Technical Backbone

Level Karier: Intermediate / Core Technical
Fokus Utama:
- Merancang, mengkonfigurasi, dan mengintegrasikan sistem teknis
- Meliputi: audio DSP, video switching, control system, dan jaringan
Bidang:
- AV: Audio DSP, layout speaker, routing video, control system, sistem video conference
- IT: Server, jaringan, pengaplikasian software, Cloud
- ME: Power distribution, automation, HVAC
Kolaborasi erat dengan: Pre-sales (untuk desain solusi) dan Project Manager (untuk eksekusi)
Catatan: Di beberapa perusahaan, system engineer bisa merangkap pre-sales. Tapi secara fungsi, engineer fokus ke backend teknis, sedangkan pre-sales bersifat client facing.
Programmer — Technical Specialist

Level Karier: Intermediate to Senior (tergantung spesialisasi dan kompleksitas proyek)
Fokus Utama:
- Menyatukan sistem kontrol, protokol jaringan, dan cloud service
- Mengembangkan skrip dan logic untuk koneksi antar sistem (software–hardware)
- Menganalisis bahasa pemrograman yang dibutuhkan
- Merancang model system
- Menulis kode program
- Melakukan debugging
- Menguji program
Sedikit tambahan di ME, istilah “programmer” kurang umum secara harfiah.
Tapi peran seperti BMS Engineer, Building Automation Specialist atau SCADA Integrator sebenarnya melakukan kerja yang mirip programmer AV/IT, hanya beda ranah & tools.
Mereka sering menggunakan sistem logic (ladder logic, grafik flow) dan bukan pemrograman berbasis bahasa coding mainstream. Tapi tetap saja, mereka mengatur logika kerja sistem secara presisi.
Tahap Kolaborasi: Klien & Proyek
Di sinilah jalur mulai terbagi antara yang tetap teknikal & yang mulai ke client-facing
Pre-Sales / Solution Architect — Client-Facing Strategist
Level Karier: Senior / Strategis
Fokus Utama:
- Menyusun rancangan solusi berdasarkan kebutuhan user
- Membuat proposal teknis, demo sistem, edukasi client
- Validasi solusi bersama engineer
Idealnya dari : Engineer berpengalaman yang punya skill komunikasi, pemahaman produk, dan mempunyai kemampuan untuk analisa kebutuhan konsumen dan menerjemahkannya menjadi sebuah sistem.
Butuh: Skill komunikasi + pemahaman produk & sistem
Sering juga disebut: Solution Architect di perusahaan besar
Posisi ini sejajar dengan Project Manager, karena keduanya punya fungsi berbeda dalam siklus proyek:
- Pre-sales fokus pada perencanaan dan strategi teknis
- PM fokus pada pelaksanaan dan pengiriman solusi
Project Manager / Technical Lead — Delivery Leadership

Level Karier: Senior
Fokus Utama:
- Mengelola timeline proyek, anggaran, sumber daya, dan komunikasi
- Koordinasi dengan vendor, internal team, dan klien
- Menjaga kualitas output & kepuasan pelanggan
Idealnya dari : Engineer berpengalaman yang punya skill koordinasi, negosiasi, dan leadership
Peran penting: Memastikan semua ide & desain yang sudah disusun bisa dieksekusi tepat waktu dan sesuai standar.
Tahap Senior & Diversifikasi
Mulai muncul peluang baru seperti jadi konsultan, pelatih, atau bahkan entrepreneur
Tahap Senior & Diversifikasi
- Engineering Consultant
- Trainer / Educator
- Pre-Sales/Solution Architect Manager
- System Design Manager
- Founder System Integrator / Startup Teknologi
- Specialist R&D (jika di principal/distributor besar)
- etc
Spesialisasi Berdasarkan Industri
AV (Audio Visual)
- AV Engineer – Menginstalasi, mengelola dan mengkonfigurasi sistem AV.
- Control Programmer – Spesialis sistem kontrol (Crestron, AMX, Extron).
- Room Integration Specialist – Integrasi sistem meeting dan presentasi.
- Audio Engineer – Setting dan tuning sistem audio.
- Hybrid Meeting Consultant – Desain solusi ruang rapat hybrid (onsite & online).
IT (Information Technology)
- Network Engineer – Merancang dan mengelola infrastruktur jaringan.
- Cloud System Developer – Bangun sistem cloud (AWS, Azure, GCP).
- Backend / Frontend Developer – Kembangkan aplikasi desktop, mobile, atau web.
- UC Platform Admin – Kelola platform komunikasi (Zoom, Teams, Webex).
- Enterprise App Specialist – Pengembangan software ERP, dashboard, atau sistem kontrol berbasis web/cloud.
- DevOps / SysAdmin – Otomasi deployment & pengelolaan sistem.
ME (Mechanical Electrical)
- Power Distribution Specialist – Desain dan pengawasan sistem kelistrikan gedung.
- Lighting Control Integrator – Instalasi & konfigurasi sistem pencahayaan otomatis.
- BMS Engineer (Building Management System) – Integrasi HVAC, keamanan, dan kontrol gedung
Karier Teknik Gak Harus Monoton
Entah lo lulusan SMK, D3, atau S1 Teknik hari ini jalur karier teknik udah jauh dari kata monoton. Bukan cuma soal jadi teknisi lapangan atau operator mesin.
Dunia teknik sekarang berkembang ke mana-mana: dari sistem audio visual, jaringan IT, sampai automasi gedung pintar.
Lo bisa mulai dari teknisi site project, pelan-pelan naik jadi system engineer, lanjut ke pre-sales atau project manager. Bahkan, ada jalur ke dunia edukasi teknis, konsultan independen, atau kalau lo punya semangat bisnis buka jasa sistem integrasi/software house sendiri.
Dan jangan kaget kalau satu hari nanti lo berdiri di panggung internasional sebagai AV Engineer, IT Engineer terbaik se-Asia Tenggara, atau dipercaya ngatur sistem smart building buat proyek pemerintah.

Yang penting, jangan batasi diri. Terus belajar, terus penasaran, dan jangan takut ambil tantangan.
Setiap tempat kerja pasti punya alur karier dan struktur yang beda-beda. Artikel ini disusun dari pengalaman langsung di lapangan dan hasil riset penulis, jadi bukan aturan baku.
Yah semoga saja bisa jadi gambaran awal dan motivasi buat lo yang lagi mikirin masa depan di dunia teknik.
Tapi satu hal pasti!! dunia teknik sekarang lebih seru dari yang lo kira dan lo bisa banget, jadi bagian penting dari transformasi teknologi hari ini!!


Tinggalkan komentar